Senin, 08 Juni 2015

Gadis Manis Itu.. (Part 1)

Malam itu benar benar memiliki arti tersendiri. Sudah 1 tahun lebih 4 bulan, hubungan ini kami jalin. sebenarnya kami sudah kenal lebih dari 3 tahun lamanya, tapi 1 tahun terakhir ini adalah tahun yang memiliki arti tersendiri bagi kami berdua. 

3 bulan terakhir sejak kami berpisah dari sekolah yang sama menuju ke jenjang yang lebih tinggi, komunikasi kami seakan terhadang oleh tembok besar. aku begitu sulit untuk menghubunginya. entah kenapa mungkin dia sibuk pikirku. sesekali ketika bisa menghubunginya melalui mobile messenger pun balasannya seperti yang tak ku harapkan. seperti ada sesuatu yang berbeda dari dia. Ya, sesuatu yang ditutupi dariku . 

----------------------------

May, 3 2014

Aku, Malik, Reza, dan Abb sedang nongkrong di depan sekolah tercinta kami. hari ini adalah hari tenang dimana kami akan menghadapi Ujian terbesar di hidup kami pada saat itu. Untuk melanjutkan  ke jenjang yang lebih tinggi. saat itu juga Kinal, Ve dan kawan-kawannya keluar dari gerbang sekolah. Lalu Kinal datang menghampiriku sambil menjabat tanganku "Sukses ya ram buat UN kamu besok " "Iya nal, kamu juga yah" Ve lalu menyahut " Cieeh, si kinal sama pacarnya cieeh " lalu disambut teman temannya yang ikutan menyahut. "Ma, aku pulang dulu deh" "Okey hati hati di jalan ya nal" Dia pun melambaikan tangannya dan berlalu begitu saja. aku hanya membalas sambil memberi senyuman kecil untuknya.

May, 14 2014

hari itu adalah hari spesial. Ya, kinal berulangtahun pada hari itu. Aku pun sudah membuat sebuah kejutan kecil untuknya. Bersama 2 komplotan yang tak pernah lepas dariku, Malik dan Reza. kami pun menuju sekolah (pada saat itu kelas kami sudah melewati UN jadi kami bebas) karena kinal juga berada di sekolah bersama dengan anggota paskib lainnya. setelah di sekolah kami menjalankan rencana yang sudah kami siapkan. Kinal dibawa ke belakang sekolah sendirian, disitulah aku muncul membawa kue tart yang sudah kupersiapkan tadi. Dia terlihat terharu dan senang dengan semua ini. teman temannya pun ikut mengejutkannya. Aku senang sekali bisa melihat dia tertawa bahagia saat itu. Aku benar benar senang melihatnya.

--------------------------------

Aku cuma bisa menghubunginya via sms karena rumahnnya yang suudah pindah jauh dariku dan sulitnya waktu untuk kami bertemu. Malam itu, aku mencoba menyanyakan beberapa hal tentang kelakuannya akhir akhiir iini. "Kamu sekarang sibuk banget ya?" "iya, banyak kegiatan" dari segi jawabannya sepertinya kinal sudah mulai melupakan akan apa yang telah kami bangun selama ini. "Meski sempet maen sama temen temenmu itu? dan nggak kasih kabar aku?". dia hanya menjawab maaf dengan alasan yang sudah sudah. aku merasa bahwa kinal sudah tidak peduli akan diriku. Bahkan dia mulai menghindariku jika bertemu. "kamu kenapa nal? sifatmu akhir akhir ini beda." "Beda apanya ma, aku biasa aja kok" lalu dia melanjutkan "Ma, kayanya kita udah nggak bisa nyambung lagi deh.kita beda. Mungkin sampe disini aja hubungan kita, sekali lagi maafkan aku" aku yang membaca sms itu merasa benar benar terpukul, setelah apa yang kami lalui selama ini, dan sifatnya yang akhir akhir ini lebih mengacuhkanku. akhirnya hal yang aku takutkan terjadi. Saat itu aku benar benar merasa hancur. pikiranku hanya terpaku pada kata kata tadi. Malam itu menjadi malam yang sunyi dan panjang. Aku mengurung diri di kamarku setelah menerima pesan tadi. Benar benar sunyi malam itu.


Pagi ini aku sudah kembali di sibukkan dengan kegiatan sekolahku. Masuk,pelajaran,pulang. jujur saja sebenarnya aku bosan akan aktifitas ini. terasa sangat flat bagiku. terlebih setelah aku yang kehilangan Kinal. Kejadian itu masih membuatku terpuruk. Pagi ini sudah dihadapkan dengan pelajaran bahasa Indonesia yang semakin membuatku bosan. Tiba-tiba "Rama, kamu melamun? " Pak guru memanggilku disusul teman teman sekelas yang menatapku. "eh,aa anu enggak pak saya nggak melamun" "Nggak usah bohong, coba jelaskan apa yang sudah saya jelaskan tadi" "Jelaskan?" aku mencoba untuk bertanya pada panji teman sebangku ku "Yang saya suruh jelaskan kamu,bukan dia" Bentak pak guru sambil menunjuk panji yang dia maksud "Hehehe, eh anu pak. Saya lupa. Hehehe" lalu teman teman satu kelas menertawaiku. "Dasar bodong, makanya perhatikan kalo saya menjelaskan". aku hanya mengangguk sambil menanggung malu, benar benar apes aku. lalu ada seseorang datang mengetuk pintu kelas kami. Ternyata adalah wali kelas kami. "Permisi pak, saya mau manggil Fajar untuk ikut saya ke perpustakaan, ada hal penting"lalu pak guru galak itu mengijinkanku keluar.
       Tapi, setelah keluar aku tidak di bawa ke perpustakaan "loh bu, katanya mau ke perpus, kok kita malah ke Ruang meeting sekolah?" bu guru itu menjawab santai "Iya, kita rapat dulu sama anggota olimpiade lainnya" Aku hanya meng-ooh kan saja kata bu guru tadi. Karena aku termasuk tim Olimpiade di sekolah kami mewakili mapel Ekonomi akuntansi. Sebenarnya satu mapel terdiri dari 2 anak, tapi aku belum mengetahui siapa tandemku itu. setelah berkumpul bersama yang lainnya, Meeting diawali dengan pengarahan dari Pak Anto selaku pembina Olimpiade di sekolahki. Tapi, saat itu fokusku pada meeting teralihkan. aku melihat seorang cewek yang sangat cantik. Aku tidak henti hentinya menatap dia. "Seandainya saja dia satu mata pelajaran denganku, pasti kami bisa bersama" gumamku. Lalu aku dikejutkan oleh temanku, Farrel "hey bro ngelamun apa hayoo??" "Yaelah ngagetin aja kau. Gapapa kok. Hehehe". Setelah itu kami dijelaskan siapa saja yang masuk dalam mata pelajaran yang akan diajukan ke olimpiade
"Oke untuk ekonomi, Nanti Rama bareng sama si Nadila" Nadila? Siapa dia? aku hanya mencuri curi pandang ke arah anak anak cewek yang ada di meja seberang. Setelah bingung, akupun bertanya pada Farrel "Bro, Nadila yang mana? " "yaelah, itu tuh, yang putih, tinggi, cantik" "Seriusan lu?? " jawabku kaget."Kenapa? Belum pernah liat cewek cantik ha?" aku hanya tersenyum sambil menatap 'Nadila' dari kejauhan. Lalu Pak Anto menjelaskan karena sekolah kekurangan transportasi, sisanya harap menggunakan motor sendiri. Kami pun diberikan kekuasaan untuk memilih pasangan sendiri. Setiap anak bisa mengajukan pilihannya sendiri. Saat aku masih bingung memilih, gadis yang aku bicarakan dengan farrel tadi mengangkat tangan "Pak, saya sama Rama aja pak, kan satu mapel sekalian". Aku kaget mendengar itu. lalu Pak anto menanyakan padaku apakah aku setuju. Tentu saja aku langsung mengiyakan pertanyaan itu. Benar Benar membuatku menjadi semangat pagi itu. 

Setelah itu aku (bareng Nadila tentunya hehe) dibawa guru ekonomi ku tadi ke perpustakaan untukk melakukan bimbingan. Namun, Guruku terpaksa meninggalkan kami berdua karena ada jam mengajar. Saat itu aku benar benar menjadi laki laki paling beruntung di dunia, bisa berduaan dengan Nadila di Perpustakaan. Akupun memulai pembicaraan "eh, kamu dari kelas mana?" "Kelas X 2 nih, kamu kelas X 4 kan?" Wow! Aku kaget. Ternyata dia sudah lebih dulu tau kelasku. Disitu aku benar benar melting (oke ini alay) "Hehehe, kamu tau aja Nad" Saat itupun perbincangan kami mulai mengarah kesegala penjuru. Dan aku benar benar merasakan hal yang sangat berbeda, beda dari apa yang telah kinal lakukan dulu.


To Be Continue.. 

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda